Skip to main content

Posts

BEST PRACTICE MENENTUKAN BESARAN NAFKAH PASCA CERAI

Dengan Pendekatan Hukum & Financial Planning. Perceraian bukan hanya peristiwa hukum. Ia juga peristiwa finansial . Banyak perkara nafkah diperdebatkan dalam angka yang emosional. Padahal, jika dihitung dengan pendekatan hukum dan financial planning, hasilnya bisa lebih adil, realistis, dan minim konflik lanjutan. Simulasi dalam tulisan ini menggunakan asumsi: Penghasilan suami: Rp10.000.000 per bulan 1 orang anak Istri tidak bekerja selama perkawinan NAFKAH MANTAN ISTRI 1️ ⃣ Nafkah Iddah Apa Itu? Nafkah yang wajib diberikan suami kepada mantan istri selama masa iddah (±3 bulan bagi yang masih haid). Dasar Hukum Al-Qur'an QS. At-Talaq: 6 QS. Al-Baqarah: 241 KHI Pasal 149 huruf (b) KHI Pasal 152 Tujuan Finansial Sebagai biaya hidup transisi setelah perceraian. Simulasi Angka Jika selama perkawinan istri menerima nafkah Rp4.000.000 per bulan, maka: Rp4.000.000 × 3 bulan = Rp12.000.000 Itulah kisaran wajar nafkah iddah. Jika kondisi ek...

FROM–FLOW–FOR: Tiga Pertanyaan yang Mengubah Cara Kita Melihat Uang

Setiap keputusan keuangan sebenarnya menjawab tiga pertanyaan, sadar atau tidak. Dari mana uang ini berasal? Ke mana uang ini dialirkan? Untuk apa uang ini digunakan? SHILAFIN merangkumnya dalam satu kerangka sederhana: FROM – FLOW – FOR . FROM berbicara tentang sumber. Bukan hanya besar kecilnya penghasilan, tetapi juga cara, etika, dan dampaknya. FLOW berbicara tentang alur. Urutan hak dan tanggung jawab yang menentukan apakah uang membawa ketenangan atau justru konflik batin. FOR berbicara tentang tujuan. Apa yang sedang kita bangun dengan harta ini, dan kehidupan seperti apa yang ingin kita tinggalkan. Ketiga pertanyaan ini tidak bisa dipisahkan. Income yang baik bisa kehilangan makna jika alurnya kacau. Perencanaan masa depan bisa runtuh jika sumbernya bermasalah. FROM–FLOW–FOR membantu kita berhenti sejenak, melihat keuangan sebagai satu kesatuan, bukan potongan-potongan terpisah. Dan sering kali, jawaban jujur atas tiga pertanyaan ini lebih menguba...

Kekeliruan Umum Financial Planning Konvensional

Financial planning sering kali dijanjikan sebagai solusi ajaib bagi semua masalah keuangan. Namun dalam praktiknya, banyak orang justru merasa semakin tertekan. Mengapa? Karena pendekatan yang digunakan sering kali terlalu teknis, kaku, dan seragam. Setidaknya ada tiga kekeliruan mendasar yang sering terjadi: Pertama, terjebak pada angka. Kita terlalu fokus pada persentase—berapa persen yang ditabung atau diinvestasikan—tanpa pernah bertanya apakah urutan prioritas hidupnya sudah tepat. Kedua, mengabaikan realitas. Orang lajang, orang tua tunggal, hingga mereka yang menghidupi keluarga besar sering diberi rumus yang sama. Padahal, kebutuhan dan tanggung jawab mereka jauh dari kata identik. Ketiga, menjadikan produk sebagai tujuan. Asuransi dan investasi sering ditawarkan sebagai jawaban akhir, padahal keduanya hanyalah alat, bukan tujuan utama. Akibatnya, banyak dari kita yang punya investasi tapi tidak tenang, punya proteksi tapi bingung membagi prioritas, atau punya rencana yang ...

Bangun Keuangan Smart 2026 — Mulai Dari Sekarang!

  Workshop online, praktis & interaktif, lengkap dengan worksheet, kalkulator, dan replay. Sesuaikan paketmu, mulai dari 1 kelas sampai full year VIP. Kenapa Ikut Workshop Ini: Pahami keuangan secara sistematis, tanpa ribet. Bangun fondasi finansial dari utang, darurat, investasi, hingga pernikahan. Materi langsung bisa dipraktikkan dengan worksheet & kalkulator. Rekaman tersedia, belajar fleksibel kapan saja. Paket & Harga: Full Year BASIC   —    Rp3.100.000       EB Rp2.500.000 Full Year PLUS      —    Rp4.500.000      EB Rp3.700.000 Full Year VIP          —    Rp6.500.000        EB Rp4.600.000 Bundling Paket Early Bird: 1 Kelas “Quick Upgrade Pack” — Rp450.000, EB  Rp400.000        3 Kelas “Focused Progress Pack” —  Rp1.050.000     EB Rp950.000   5 Ke...

CHECKLIST KESEPAKATAN PRA & PASCA PERCERAIAN

Sesuai Prioritas Financial, Hukum, dan Pengasuhan . Perceraian bukan hanya soal berpisah secara emosional, tapi juga soal membereskan keuangan, hak hukum, dan pengasuhan anak dengan jelas dan adil. Tanpa checklist yang tepat, banyak hal bisa terlewat—dari pembagian aset, pelunasan utang, hak asuh anak, sampai perlindungan hukum dan masa depan finansial masing-masing pihak. Checklist ini membantu Kalian memastikan semua poin penting dibahas sebelum dan sesudah perceraian, mulai dari: Keuangan : tempat tinggal, pembagian aset & utang, dana darurat, rencana kerja. Hukum & Perlindungan : revisi wasiat, penerima manfaat asuransi, pengganti wali waris. Pengasuhan Anak : nafkah, biaya sekolah, kesehatan, dan rencana pengasuhan jangka panjang.

7 Langkah Screening Produk Investasi & 7 Langkah Jika Terlanjur Tertipu Investasi

Biar Uangmu Gak Nyangkut, atau Malah Jadi Utang Gara-gara Error   Ketika bicara soal investasi, banyak orang hanya fokus pada dua hal: untung atau rugi . Padahal, risiko yang paling menyakitkan kadang bukan cuma rugi, tapi dana nyangkut di aplikasi yang bermasalah, atau lebih parah — malah dianggap utang akibat error sistem. Di tengah kasus investasi bodong dan aplikasi error yang makin sering terjadi, kemampuan untuk screening produk investasi jadi lebih penting dari sebelumnya. Berikut ini adalah 7 langkah sederhana namun krusial untuk memilih produk investasi yang aman dan layak: 🔍 1. Legalitas dan Logika Pastikan produk punya izin resmi dari OJK atau regulator terkait. Tapi legal saja nggak cukup—cek juga apakah produk tersebut masuk akal . Iming-iming return tinggi dengan risiko nol? Meragukan. 🏢 2. Cek Usia Perusahaan Pilih produk dari lembaga yang sudah berdiri minimal 10 tahun di Indonesia . Kalau usia perusahaannya saja belum sampai satu dekade, risikonya ju...